Senin, 11 Maret 2013

Pelajaran Dari Jam Klasik



Ada seorang wanita muda yang ingin bekerja dan mengumpulkan uang di kota agar bisa mengoperasi wajahnya sehingga terlihat cantik. Pada suatu hari, wanita tersebut pergi ke suatu kota. Saat sedang beristirahat di tengah perjalanan dan tengah melamun, tiba-tiba lamunannya buyar ketika seorang nenek bertanya, “Nak, kok kamu senyum-senyum sendiri ?” Kemudian wanita itu menjawab, “Saya sedang membayangkam, jika saya sudah sukses di kota maka saya akan mengoperasi wajah saya menjadi cantik.” Nenek itu mengeluarkan sebuah benda kecil dan memberikannya pada wanita muda itu dan berkata, “Terimalah ini, sebuah jam klasik. Bila kamu ingin segera mencapai cita-cita dan impianmu, kamu tinggal memutar jarum jam ini sesuai dengan putaran jarum jam biasa. Namun ingat, berhati-hatilah!” Kemudian nenek itu pergi entah ke mana dari hadapan wanita muda tersebut. Ia penasaran dengan apa yang dikatakan oleh nenek itu. Rasa penasaran itu membuat si wanita segera memutar jarum jam klasik tersebut tanpa pikir panjang. Tiba-tiiba ia sudah bekerja di suatu perusahaan asing yang cukup terkenal dan ia menduduki suatu jabatan yang penting. Namun demikian, tabungannya belum cukup untuk operasi wajahnya. Perasaan yang tak sabar membuat tangannya kembali memutar jam itu. Kini wajahnya terlihat cantik dan mempesona. Tetapi, wanita itu kurang puas dengan kecantikannya sekarang. Dalam hitungan menit, ia langsung memutar jarum jam klasik tersebut sekali lagi dan kini ia terlihat jauh lebih cantik dari sebalumnya. Karena penasaran dengan kecantikannya yang sekarang di masa yang akan datang, ia pun memutar jarum jam klasik itu lagi. Kini, ia mendapati wajahnya menjadi tua dan berkeriput serta tidak menarik sama sekali. Hal tersebut membuatnya panik. Ia kemudian mencoba memutar jarum jam yang berlawanan dengan arah jarum jam, namun tidak berhasil karena jam itu hanya bisa diputar searah jarum jam. Untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi si wanita itu, ia mencoba mencari nenek yang memberikannya jam klasik. Namun sayang, nenek itu sudah meninggal. Wanita tersebut hanya bisa menangisi nasibnya yang tidak beruntung.
Ada pelajaran yang bisa dipetik dari ilustrasi tersebut :
Pertama, mimpi dan kesuksesan besar tidak akan pernah tercapai dengan cara instan. Kisah orang-orang yang sukses dan berhasil diisi dengan perjuangan serta ketekunan. Untuk mencapai keberhasilan haruslah dilakukakan dengan kerja keras. Jangan pernah tergiur dengan kesuksesan yang datang dengan cara instan karena perjuangan yang tidak kenal lelah akan menghasilkan kesuksesan yang sejati.
Kedua, tanamkan rasa bersyukur atas apa yang dimiliki. Setiap hal yang kita miliki harus kita syukuri. Orang tua, tempat kelahiran, suku, agama, ras, warna kulit, dan lain-lain seharusnya diterima dengan ucapan syukur kepada Tuhan. Ubahlah pola pikir kita yang semula sempit menjadi lebih luas. Marah, merajuk, dan rasa tidak bersyukur tidak akan mengubah keadaan apapun. Terimalah semua dengan lapang dada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar